Perhatikan Risiko Dehidrasi Saat Mengalami Batuk dan Pilek

Perhatikan Risiko Dehidrasi Saat Mengalami Batuk dan Pilek-Istimewa-IST, Dokumen
RASELNEWS.COM - Dehidrasi sering kali diabaikan saat seseorang menderita infeksi saluran pernapasan atas seperti batuk dan pilek. Padahal, kondisi ini dapat memperburuk gejala dan memperlambat pemulihan.
Menurut Dr. Abdul Majid Khan dari Olive Hospital, Hyderabad, Dehidrasi terjadi akibat kehilangan cairan tubuh yang berlebihan, kurangnya asupan cairan, atau keduanya.
Dalam menjaga keseimbangan tubuh, Elektrolit sangatlah berperan penting, namun akan dengan sendirinya akan berkurang karena pengaruh kehilangan cairan dalam tubuh.
BACA JUGA:Anda Kekurangan Cairan Tubuh? 10 Jenis Buah dan Sayuran Ini Bisa Mengatasi Dehidrasi dengan Cepat
BACA JUGA:Demam Batuk Pilek dan Diare? Itu Infeksi Pernapasan Akut, Ini Cara Terhindar Penyakit di Musim Pancaroba
"Meningkatnya keringat dan pernafasan yang disebabkan demam, adalah salah satu gejala infeksi saluran pernafasan atas. Selain itu, tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk melawan infeksi, yang bisa menyebabkan defisit energi," jelas Dr. Khan.
Gejala seperti sakit tenggorokan dapat mengurangi keinginan untuk minum, sehingga memperparah dehidrasi.
Kombinasi antara kurangnya asupan cairan dan makanan dengan meningkatnya kebutuhan tubuh akan energi dan elektrolit dapat menyebabkan gejala seperti nyeri otot, kram, kelemahan, hingga sekresi pernapasan yang mengental, membuatnya sulit dikeluarkan.
BACA JUGA: Ampuh! 9 Obat Penurun Panas Demam Secara Alami, No 5 Semua Pasti Suka
BACA JUGA:6 Cara Alami Menaikkan Trombosit Saat Terserang Demam Berdarah
Dehidrasi juga dapat memperburuk gejala batuk, melemahkan sistem imun, menunda pemulihan, dan meningkatkan risiko infeksi ulang.
Untuk itu, Dr. Khan menyarankan pemberian suplemen elektrolit dan energi untuk membantu pemulihan pasien.
Menurut rekomendasi American Society of Parenteral and Enteral Nutrition (APSEN), penderita dianjurkan minum 60-120 ml cairan bening yang mengandung elektrolit dan kalori setiap 15 menit untuk membantu mengencerkan sekresi pernapasan.
Konsumsi elektrolit juga bisa meredakan nyeri dan kram otot, sementara asupan karbohidrat yang cukup dapat mencegah tubuh menggunakan protein otot sebagai sumber energi.
BACA JUGA:Hujan, Waspada Demam Berdarah Dengue! Nih Cara Mengenali Gejala DBD dan Mencegahnya
BACA JUGA: Manfaat Serai untuk Kesehatan Gigi dan Kulit hingga Menurunkan Demam
Dr. Khan menekankan pentingnya penggantian cairan, elektrolit, dan energi secara tepat untuk mempercepat pemulihan.
Ia juga mengingatkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk terus-menerus, nyeri otot yang berkepanjangan, atau tanda-tanda dehidrasi seperti lidah kering dan urine yang gelap. (**)
Sumber: