H-1 Pleno KPU Kaur, Ketua PPK Muara Sahung Datangi Calon Anggota PPS, Alasannya? 'Membingongkan & Bikin Ngakak

H-1 Pleno KPU Kaur, Ketua PPK Muara Sahung Datangi Calon Anggota PPS, Alasannya? 'Membingongkan & Bikin Ngakak

JELASKAN : Disrina saat mendatangi Sekretariat PWI Kaur dan mengaku menyetor uang Rp8 juta untuk menjadi bendahara pembantu Panwascam Muara Sahung-julianto-raselnews.com

KAUR, RASELNEWS.COM – Dugaan pungli alias pungutan liar dalam seleksi panitia pemungutan suara (PPS) Kabupaten Kaur, kian menarik disimak. 

Aroma adanya permainan uang dalam penentuan PPS terpilih untuk Pemilu 2024 kian menguat. 

BACA JUGA:Dugaan Pungli PPS Kaur: Partai Buruh Desak Provinsi Ambil Alih, Kasat Reskrim: Silakan Lapor

Ini setelah Selasa (24/1/2023), Sekretariat PWI Kaur didatangi 2 perempuan paruh baya dengan menceritakan dua peristiwa yang berbeda. 

Mereka adalah Erna Suryati (50) dan Disrina Aprianti, S.Pd.

BACA JUGA:Calon Anggota PPS Gagal Terpilih Datangi Bawaslu, 5 Komisioner KPU Bengkulu Selatan Jadi Teradu

Keduanya mengaku berasal dari Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur. 

Yang pertama Erna Suryati. Erna kepada awak media mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp7 juta oleh oknum yang mengaku Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Muara Sahung. 

BACA JUGA:Pemuda Sumatera Selatan Terjun ke Jurang di Kaur, Kok Bisa? Ini Sebabnya

Versi Erna, uang itu sebagai pelicin agar lulus anaknya bisa terpilih sebagai anggota PPS. 

Perempuan berstatus ASN ini mengaku, oknum PPK tersebut mendatanginya Sabtu (21/1/2023) atau H-1 KPU Kaur menggelar pleno penetapan PPS terpilih. 

BACA JUGA:18 Bulan di DPRD Bengkulu Selatan, Melun Bisa Kantongi Setengah Miliar Lebih

Saat datang sang oknum PPK membawa daftar nama-nama orang yang diklaim terpilih sebagai anggota PPS Pemilu 2024. 

Erna pun mengecek daftar tersebut. Benar saja , nama anaknya masuk dalam daftar tersebut. Erna tentu senang dan bahagia. 

Sumber: