Syekh Musthafa Ulama Nusantara Dari Sumatera, Berguru Di Masjidil Halam, Berjasa Dalam pendirian Ponpes

Syekh Musthafa Ulama Nusantara Dari Sumatera, Berguru Di Masjidil Halam, Berjasa Dalam pendirian Ponpes

Syekh Musthofa Husen-istimewa-raselnews.com

Pada masa kelahirannya, masyarakat sedang menghadapi situasi yang menyedihkan dan tertekan karena sistem paksa penanaman dan pengangkutan kopi oleh Pemerintah kolonial Belanda.

BACA JUGA:Tak Punya Keturunan, BKN Izinkan PNS Laki-laki Berpoligami, PNS Perempuan???

BACA JUGA:Niat Bakar Sampah Malah Melebar ke Lahan Perkebunan, Warga Desa Pagar Dewa Panik

Muhammad Yatim awalnya belajar mengaji di Hutapungkut di bawah bimbingan Syekh Abdul Hamid selama sekitar dua tahun (1898-1900).

Setelah menyelesaikan tahap awal pengajiannya, gurunya, Syekh Abdul Hamid, menganjurkannya untuk memperdalam ilmu agama di Mekkah, Arab Saudi.

BACA JUGA:Pencairan Gaji 13 Pensiunan Mulai 5 Juni, Berikut 7 Syarat dari PT Taspen

BACA JUGA:Karomah Imam Hambali, Jin Saja Takut dengan Sandalnya

Pada tahun 1900, Muhammad Yatim berangkat ke Mekkah pada musim haji.

Namun, setelah lima tahun belajar di Masjidil Haram, ia merasa belum memperoleh ilmu yang memadai dan berniat untuk melanjutkan studinya di Mesir.

Namun, sebelum berangkat, ia bertemu dengan seorang pelajar dari Palembang yang juga belajar di Masjidil Haram.

BACA JUGA:Honda Bakal Luncurkan 10 Jenis Sepeda Motor Listrik, Ada Harga Rp7 Jutaan

BACA JUGA: Apa itu Marketplace Guru? Ini Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim

Pelajar tersebut berdiskusi dengannya dan membantu menjelaskan pelajaran yang diajarkan di sana.

Muhammad Yatim mulai memahami ilmu yang diberikan dan memutuskan untuk tidak pergi ke Mesir. Setelah kembali ke Masjidil Haram, dia mulai mendapatkan perhatian dari para gurunya.

Oleh para gurunya, namanya diubah menjadi Musthafa, yang berarti orang pilihan.

BACA JUGA:Rezeki Bak Air Hujan, Kesuksesan 5 Shio Ini Terus Saja Mengalir

Sumber: dikutip dari berbagai sumber terpercaya